PLICA SYNDROME 🤔
MARI MENGENAL APA ITU PLICA SYNDROME???
Plica syndrome adalah sebuah cairan synovial yang berada antara synovium patella dan sendi tibiofemoral.
Plica
syndrome adalah suatu masalah yang terjadi pada lutut berupa nyeri yang
disebabkan cedera atau olahraga yang berlebihan.
sumber: dramynrajani.com
Gejala
utama yang disebabkan oleh plica syndrome adalah rasa sakit pada lutut, syndrome
plica bisa terjadi ketika melakukan aktifitas seperti berlari, bersepeda, naik
turun tangga, atau karena adanya trauma kendaraan
Anatomi
Plica
di sendi lutut dapat bervariasi dalam struktur dan ukuran, dapat berserat atau
berlemak, memanjang atau berbentuk bulan sabit. Di lutut ada 4 jenis plica
tergantung pada lokasi anatomi sendi lutut:
1.
Suprapatellar Plica
2.
Medial patellar Plica
3.
Infrapatellar Plica
4.
Lateral Plica
Etiologi
Istilah
syndrome plica digunakan untuk merujuk pada gangguan internal lutut yang
disebabkan oleh perdangan atau cedera pada suprapatellar, patella medial, atau
lateral plica atau kombinasi ketiganya yang mencegah fungsi normal sendi lutut.
Plica
medial dikenal sebagai plica yang sering terluka atau yang paling sering
dialami karena lokasinya yang anatomis.
Plica
syndrome merupakan akibat dari penggunaan yang berlebihan pada sendi lutut dan
sering ditemukan pada aktifitas yang melibatkan gerakan ekstensi berulang
seperti bersepeda, lari, senam, dan sangat umum pada atlet remaja.
Patofisiologi
Trauma
pada lutut baik langsung atau overuse pada lutut menyebabkan penebalan pada
plica dan kehilangan elastisitanya sehingga plica menjadi kaku akibatnya plica
menghimpit sendi lutut bagian dalam dan patella bagian dalam sehingga akan
mengakibatkan nyeri.
Tanda
dan gejala
1.
Rasa sakit di bagian depan lutut, terutama di bagian
dalam lutut, semakin parah ketika berlutut, berjongkok, duduk dalam waktu lama
atau berjalan, berlari dan naik turun tangga.
2. Adanya sensasi lutut seperti
terkunci dan berbunyi klik.
3. Nyeri tekan dibawah tempurung
lutut terutama pada bagian dalam lutut.
4. Bengkak.
5. Keterbatasan ruang lingkup sendi lutut.
4. Bengkak.
5. Keterbatasan ruang lingkup sendi lutut.
Faktor
resiko
1. Olahraga yang membutuhkan gerakan
menekuk dan meluruskan lutut yang berulang dan kuat misalnya menendang dan
melompat seperti dalam sepak bola atau bola basket.
2. Cedera berulang pada lutut.
3. Olahraga dimana lutut dapat
menerima cedera secara langsung seperti bola voli, hoki, dan sepak bola.
Bagaimana penanganan akut
untuk plica syndrome???
Cedera
akut atau cedera yang baru saja terjadi dapat diberikan penanganan berupa
PRICE.
Apa
itu PRICE???
P= Protection, atau perlindungan
dimaksudkan untuk mencegah cedera lebih lanjut seperti membatasi beberapa
kegiatan untuk memperparah cedera dan juga dapat menggunakan alat pelindung
atau alat bantu.
R= Rest, atau istirahat yang
sangat penting dalam proses penyembuhan karena dengan istirahat akan
mempercepat pemulihan dari cedera akut.
I= Ice, atau es yang dikenal juga
sebagai cryoterapi untuk mengobati cedera akut. Penggunaan es ini bermaksud
untuk meminimalkan dan mengurangi pembengkakan serta rasa sakit. Pengaplikasian
es pada area cedera dianjurkan selama 5-10 menit.
C= Compression, atau kompres adalah
penggunaan bungkus kompresi seperti elastis bandage untuk memberikan tekanan
dari luar ke jaringan yang terluka. Kompresi ini dapat meminimalkan
pembengkakan yang terjadi pada cedera akut.
E= Elevation, atau elevasi dilakukan
dengan meninggikan area cedera dari pada jantung. Elevasi ini sangat dianjurkan
karena dapat membantu mengurangi penumpukan atau pengumpulan cairan di area
sekitar cedera. Dengan demikian dapat mengontrol bengkak dan mengurangi rasa
sakit dan mencegah terbatasnya ruang lingkup sendi sehingga mempercepat pemulihan.
Dan
apabila cedera akibat Plica Syndrome masih berlanjut lebih dari 1-2 minggu maka
kami menyarankan untuk ke FISIOTERAPI.
Apa
saja yang dilakukan FISIOTERAPI untuk menangani cedera pada Plica Syndrome
1. Mengurangi nyeri dan peradangan
2. Meningkatkan Stabilisasi lutut
dengan taping, bracing, dan latihan.
3. Mnormalisasikan panjang otot.
4. Meningkatkan kekuatan otot lutut
dengan latihan.
5. Memperkuat otot pinggul dan
tungkai bawah.
6. Mengatasi masalah biomekanik
kaki.
7. Meningkatkan propioseptif ,
kelincahan, dan keseimbangan.
8. Meningkatkan fungsi tungkai bawah
sehingga kualitas gerak seperti berjalan, berlari, jongkok, melompat menjadi
lebih baik.
Bagi kalian yang mengalami Plica Syndrome, kalian bisa melakukan
latihan sendiri dirumah dengan cara klik link video di bawah ini
😎
😎
_________________________________________
SUMBER:
Dr.John A. Schlecther Pediatric Orthopaedics and Sport Medicine (1-3)
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.dramynrajani.com%2Fknee%2Fplica-syndrome%2F&psig=AOvVaw3oujSuwplLAmpMGgfOeVBn&ust=1576386595259000&source=images&cd=vfe&ved=0CAkQjhxqFwoTCNCD1POvtOYCFQAAAAAdAAAAABAK
https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.dramynrajani.com%2Fknee%2Fplica-syndrome%2F&psig=AOvVaw3oujSuwplLAmpMGgfOeVBn&ust=1576386595259000&source=images&cd=vfe&ved=0CAkQjhxqFwoTCNCD1POvtOYCFQAAAAAdAAAAABAK
Komentar
Posting Komentar